Hi, KIRKA - Kepedulian Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Tebo terhadap warga yang tertimpa musibah kembali
ditunjukkan. Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi , turun
langsung menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi di Dusun
Darussalam, RT 02, Desa Sungai Alai, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo.
Dalam kesempatan ini, Nazar Efendi menyemangati para korban
agar tetap tabah menghadapi musibah yang terjadi. Kehadiran pemerintah di
tengah masyarakat, menurutnya, menjadi bentuk kepedulian dan upaya untuk
membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.
Pemkab Tebo melalui Pemerintah Desa Sungai Alai juga
bergerak cepat membantu mengurus berbagai kebutuhan korban, termasuk membantu pengurusan dokumen kependudukan yang ikut
terbakar.
Bagi korban yang kehilangan dokumen seperti Kartu
Keluarga (KK) , Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)
Kabupaten Tebo langsung hadir dan membantu menerbitkan kembali dokumen
kependudukan yang diperlukan.
Sementara untuk buku nikah yang
ikut terbakar, Wakil Bupati Tebo meminta kepada Kepala Desa Sungai Alai agar
segera berkoordinasi dengan pihak Kementerian Agama sehingga proses penerbitan
kembali dokumen tersebut dapat segera dilakukan.
Dalam kunjungan tersebut, juga disalurkan bantuan yang bersumber
dari sejumlah unsur pemerintah dan lembaga terkait, di antaranya Dinas
Sosial Kabupaten Tebo, BPBD Kabupaten Tebo, Dinas Dukcapil, serta Baznas
Kabupaten Tebo.
Khusus bantuan dari Baznas, korban yang rumahnya hangus
terbakar menerima bantuan uang tunai sebesar Rp2 juta . Sementara
warga yang rumahnya terdampak dan mengalami kerusakan akibat rembetan api mendapatkan
bantuan sebesar Rp1 juta .
Kebakaran tersebut terjadi pada Selasa (8/9/2026)
sekitar pukul 17.00 WIB . Kobaran api dengan cepat membakar satu
unit rumah milik Winda Sari (26) hingga nyaris
tidak menyisakan apa pun.
Selain menghanguskan rumah Winda Sari, api juga merembet ke
rumah yang berada di sebelah milik Iswan (31) . Bagian dinding
samping rumah yang terbuat dari bahan kayu ikut terbakar. Beruntung, api tidak
sampai menghanguskan seluruh bangunan.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian yang
ditaksir mencapai puluhan juta rupiah . Apalagi dari
rumah Winda Sari, hanya pakaian yang dikenakan yang berhasil diselamatkan,
sementara harta benda lainnya tidak dapat diselamatkan dari kobaran api.
Salah seorang Saksi mata yang berada di sekitar lokasi,
menceritakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab munculnya
api. Saat kejadian, dia sedang berada di dalam rumah dalam kondisi kurang
sehat.
"Saya sedang berada di dalam rumah, kondisi sedang
demam. Kemudian saya mencium bau terbakar. Setelah keluar rumah, saya melihat
api sudah membesar di dalam rumah. Saya spontan berteriak dan meminta bantuan
kepada tetangga," ungkapnya.
Ali juga mengaku api sempat berpotensi menjalar ke rumahnya
melalui aliran listrik. Untuk mencegah api semakin meluas, ia kemudian
berinisiatif memutus kabel listrik.
“Api sempat mau menjalar ke rumah saya melalui arus listrik.
Saya langsung memotong kabel amper,” ujarnya.
Tidak lama setelah kejadian, petugas pemadam kebakaran
(Damkar) datang ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merembet
ke bangunan lainnya. Petugas dari PLN ULP Muara Tebo juga
turut membantu penanganan di lokasi.
